membaca hs kode dengan benar

terlebih dahulu yang harus dilakukan yakni melakukan daftar hs  code adalah klasifikasi barang untuk memudahkan penarifan, transaksi perdagangan, dan tracking barang yang masuk ke Indonesia oleh pihak bea cukai. Kode harmonized system ini tertuang dalam buku tarif bea masuk Indonesia (BTBMI). Bagi pedagang internasional, kode HS terlampau penting. Kode ini menentukan regulasi perihal besaran cost pajak dan kewajiban yang wajib dibayarkan kepada negara. Selain itu, kode HS juga mencakup dokumen apa saja yang wajib dipenuhi oleh importir atau eksportir untuk mendapat izin berdagang berasal dari pemerintah.

blueraycargo.id

Kode HS berlaku secara global, untuk menyamakan persepsi seluruh negara di dunia mengenai klasifikasi barang yang diperdagangkan. Organisasi Bea Cukai dunia (WCO) memberlakukan klasifikasi HS proses enam digit, yang bisa dikembangkan didalam sub-kategori tambahan oleh masing-masing negara pengguna. yang tentunya anda akan mengetahui kode barang yang anda miliki agar tidak terjadinya pertukaran yang tidak memungkinkan didalam hal yang tidak di inginkan.

Dua digit pertama memperlihatkan Bab daerah suatu barang diklasifikasikan. Contoh selanjutnya memperlihatkan topi juga dalam Bab 65, yang memuat “Tutup Kepala dan Bagiannya” Dua digit angka seterusnya memperlihatkan Heading atau pos barang pada suatu Bab. Contoh di atas memperlihatkan bahwa topi diklasifikasikan pada pos 6504. Dalam situs situs INSW, pos ini memuat “Topi dan tutup kepala lainnya, dianyam atau dibuat bersama dengan merakit strip berasal dari beraneka bahan, diberi garis atau dirapikan pinggirannya maupun tidak” Enam digit angka pertama memperlihatkan sub-heading atau sub-pos pada tiap-tiap pos dan bab yang dimaksud. Pada perumpamaan di atas, barang selanjutnya diklasifikasikan pada sub-pos 6504.00 Delapan digit angka selanjutnya berasal berasal dari teks AHTN, dan memperlihatkan pos tarif nasional yang diambil alih berasal dari BTBMI. Pos tarif ini memperlihatkan besarnya pembebanan (Bea Masuk, PPN, PPnBM atau Cukai) serta ketentuan lain yang mungkin mengikat barang tersebut semoga anda akan memahami contoh di atas agar tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan.